KPU Provinsi Riau Gelar Bedah Buku Seri I Pilkada dan Dinamika Politik Lokal

Pekanbaru, 30 Juli 2026 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menyelenggarakan Bedah Buku Seri I bertajuk Pilkada dan Dinamika Politik Lokal pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KPU Provinsi Riau dan diikuti peserta secara luring maupun daring ini dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, didampingi para Anggota KPU Provinsi Riau, Sekretaris KPU Provinsi Riau, serta jajaran pejabat manajerial dan fungsional. Kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KPU Provinsi Riau.

Bedah buku menghadirkan Leo Agustino, akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sekaligus penulis buku Pilkada dan Dinamika Politik Lokal, sebagai narasumber utama. Diskusi diperkaya oleh Azka Abdi Amrurobbi, pendiri Komite Independen Sadar Pemilu (KISP), dan Muammar Alkadafi, akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, sebagai panelis. Kegiatan dipandu oleh Marisa Natalia Natra K. selaku moderator.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari KPU provinsi serta KPU kabupaten/kota se-Indonesia, organisasi masyarakat sipil dan pegiat kepemiluan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau. Antusiasme peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu-isu strategis dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan penguatan demokrasi.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, menegaskan bahwa bedah buku merupakan bagian dari komitmen KPU Provinsi Riau dalam membangun budaya akademik sekaligus memperkuat literasi kepemiluan melalui ruang-ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif. "Pilkada merupakan salah satu hasil penting reformasi yang memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpinnya secara demokratis. Meningkatnya partisipasi publik dan berkembangnya sistem multipartai menjadi indikator berkembangnya demokrasi, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan, termasuk tingginya pembiayaan penyelenggaraan Pilkada. Melalui forum akademik seperti ini, kami berharap lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat kualitas demokrasi serta penyelenggaraan pemilihan di masa mendatang," ujar Rusidi Rusdan.

Dalam sesi diskusi, para narasumber mengulas berbagai dinamika politik lokal pascareformasi. Pilkada langsung dipandang sebagai salah satu tonggak penting reformasi yang memperkuat kedaulatan rakyat melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpinnya. Berkembangnya sistem multipartai turut memperkaya dinamika demokrasi di tingkat lokal, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam tata kelola kepemiluan yang memerlukan penguatan kelembagaan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Selain itu, tingginya pembiayaan penyelenggaraan Pilkada menjadi salah satu isu penting yang mendapat perhatian dalam diskusi. Para narasumber menilai persoalan tersebut perlu terus dikaji untuk menghasilkan formulasi kebijakan yang mampu mewujudkan penyelenggaraan Pilkada yang efektif, efisien, berkualitas, dan tetap menjamin terpenuhinya hak konstitusional masyarakat. Melalui Bedah Buku Seri I ini, KPU Provinsi Riau berharap ruang diskusi akademik dapat terus melahirkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang menjadi referensi dalam penguatan tata kelola kepemiluan, peningkatan pendidikan politik, serta pembangunan demokrasi yang semakin berkualitas, inklusif, dan berintegritas.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 63 Kali.
🔊 Putar Suara